Senin, 12 Januari 2015

Minggu, 05/10/2014 14:37 WIB
Pemilihan Pimpinan MPR, PDIP: Sepanjang Sejarah Tak Pernah Ada Voting
Bagus Prihantoro Nugroho - Kompas News


Pramono Anung
http://news.detik.com/statics/image/fokus_berita_title.png
Jakarta - PDIP yang merupakan bagian dari Koalisi Indonesia Hebat berharap ruang musyawarah untuk pemilihan pimpinan MPR tetap dibuka. PDIP mengingatkan tidak pernah ada dalam sejarah ada pimpinan MPR dipilih melalui voting.

"Yang jelas tentunya kita berharap karena ini lembaga MPR harusnya ada ruang untuk musyawarah," ujar anggota Fraksi PDIP, Pramono Anung di kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/10/2014).

Jika nantinya ruang musyawarah ditutup, maka koalisi Indonesia Hebat telah menyiapkan beberapa alternatif. Sayangnya, Pramono enggan menyebutkan alternatif tersebut.

"Maka alternatif pertama ada ruang musyawarah. Di MPR selama ini belum ada pemungutan suara," terangnya.

Pihak Koalisi Merah Putih disebut telah menyiapkan paket pimpinan MPR di mana PD akan memimpin lembaga tertinggi negara tersebut.

By : Ageng Syofiyanda
NPM : 10114433

Ulasan :
1) Koalisi Merah Putih (KMP) kini menguasai kursi pimpinan DPR. Pemerintahan presiden terpilih Jokowi dan wapres-nya Jusuf Kalla atau JK diprediksi bakal terganjal kekuatan oposisi di parlemen. Koalisi Indonesia Hebat menyiapkan diri untuk paket ketua MPR-RI.

2) "Jelas kalau sudah dikuasai oleh Koalisi Merah Putih akan sulit kalau koalisi Jokowi tak bisa membangun komunikasi politik, bisa nggak memecah Koalisi Merah Putih yang selama ini masih solid," kata pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Samego kepada Liputan6.com di Jakarta.

3) Komunikasi politik antara Istana dengan mereka untuk (mengajak KMP) lebih mengutamakan kepentingan negara dari kepentingan koalisi.

4) JK bisa dituntut untuk mempengaruhi Golkar. Secara politik kekuatan Gerindra ada di Prabowo. Harus bisa membangun komunikasi Prabowo dengan dialogis.

5) Paket pimpinan yang diajukan Koalisi Merah Putih berhasil menguasai DPR. Pimpinan DPR periode 2014-2019, yakni Ketua DPR terpilih Setya Novanto (Golkar) dan 4 Wakil Ketua DPR terpilih, yakni Fadli Zon (Gerindra), Agus Hermanto (Demokrat), Taufik Kurniawan (PAN), dan Fahri Hamzah (PKS).
6) Menunggu hari Senin ,06-10-2014 mengenai pemilihan Ketua MPR-RI. Masing-masing koalisi menyiapkan paket pimpinan mereka. "Jadi tidak boleh yang merasa kalah dan menang di MPR ini. Kami lihat bahwa polarisasi politik di luar sangat gencar, tetapi seluruh masyarakat ingin DPD ini bisa mencairkan suasana politik. 

Penjelasan Pribadi:

"Musyawarah untuk mufakat” saya kira judul yang tepat untuk menceritakan kemelut yang terjadi pada elit politik kita. Tentunya kita tidak bisa memahami maksud dan tujuan mereka mengenai arah politik yang di usung masing-masing koalisi (Koalisi Merah Putih & Koalisi Indonesia Hebat). Pastinya mereka adalah pilihan kita semua, sehingga apa yang mereka kerjakan 5 tahun kedepan merupakan perwakilan dari suara kita. Apapun hasil dari keputusan mereka, baik dan buruknya Indonesia. Kita tidak bisa memberikan asumsi kepada salah satu pihak, apalagi di tambah dengan beredarnya imformasi yang mengatas namakan pakar politik yang sering tampil di televisi. Mereka cendrung menghasut kita, bisa saja dia berbicara sebagai kelompok orang yang terbuang dari partai. Bersiap akan tanggal 20 Oktober 2014 untuk Presiden baru kita. Kepada bapak SBY terima kasih karena sudah membawa Bangsa Indonesia dalam perubahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar