Rabu, 14 Januari 2015

PENYAKIT SYARAF DAN ALIRAN SESAT

Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat.
          Masalah sosial bisa timbul oleh karena faktor psikologis, seperti kebingungan, disorganisasi, penyakit syaraf dan sebagainya. Dikatakan demikian oleh karena faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan manusia atau warga masyarakat tidak mampu untuk berpikir dan bertindak secara wajar.
          Stres  juga dapat memicu penyakit syaraf, secara alami memberitahu tubuh untuk memproduksi hormon kortisol. Masalahnya, hormon ini dapat memecah kekebalan tubuh, pencernaan, saraf, dan otot, kata Molitor. Yang lebih parah, katanya, gejala-gejala fisik yang Anda berakhir dengan kecemasan emosional hingga penyakit yang berujung kematian. Maka itu, penting untuk mengurangi stres dengan tidur yang cukup, makan makanan sehat, olahraga, berteman dan melakukan aktivitas atau hobi yang menyenangkan. Selain itu, kenali tanda-tanda stres sebelum semuanya menjadi berubah menjadi penyakit. Lebih jauh, berikut penjelasan para ahli kesehatan dalam mengenali gejala stres.

Aliran sesat adalah aliran yang menyimpang dari norma keagamaan itu sendiri, meskipun mereka menganggap semua hal yang mereka yakini itu adalah suatu kebenaran, tapi pada kenyataannya mereka tetaplah salah. Mereka tidak mengakui Tuhan sebagai pencipta dari segala yang ada di jagad semesta ini, melainkan mereka mentuhankan hal-hal yang tidak masuk diakal seperti patung, pohon, benda-benda antik dan sebagainya. Tapi diantara beberapa aliran sesat tersebut ada yang mengakui Tuhan itu ada, tapi pelaksanaannya tidak sesuai dengan tata cara agama yang telah ada sebelumnya, sehingga meskipun mengakui adanya Sang Maha Pencipta, namun tetap saja pelaksanaannya salah dan dapat dikategorikan menyimpang. Hal itulah yang memicu banyaknya penyimpangan sosial lain, baik berupa tindak anarkis ataupun asusila. Hal ini dikarenakan dalam beberapa ajarannya, aliran sesat ini biasanya membebaskan para pengikutnya untuk berbuat sesuatu yang melebihi norma dan kewajaran, seperti pemerkosaan, perampokan, pembunuhan, penganiayaan, dan lain sebagainya.

Hal Yang Mendasari Terjadinya Aliran Sesat
          Dengan makin berkembangnya teknologi komunikasi selain berdampak positif hal ini serta-merta membawa dampak negatif juga, yaitu mudah masuknya hal-hal yang menyimpang dari negara lain yang kemudian masuk kenegara kita dengan leluasa. Meskipun pemerintah negara kita telah berupaya memfilter hal negatif ini, namun hal negatif ini terlalu besar jumlahnya dan filter pemerintah tersebut hanya bisa menyaring sebagian, TIDAK SELURUHNYA. Hal inilah yang kemudian menjadi penyebab utama maraknya hal-hal negatif dinegara kita ini, terutama aliran sesat sendiri. Selain melalui teknologi yang canggih, kecenderungan aliran sesat ini juga timbul akibat dampak langsung dari era globalilsasi yang semakin bergejolak dinegara berkembang ini. Berbagai macam budaya masuk, dan budaya yang masuk melalui berbagai cara itu pun tanpa difiltrasi ulang oleh setiap orang kemudian diadopsi dan dijadikan sebuah gaya hidup dan kebutuhan. Terlebih anak muda, yang biasanya jika ada hal baru selalu tidak pernah mau ketinggalan. Itu mengapa aliran sesat ini mayoritasnya menjangkit kaum-kaum muda bangsa ini.

Cara Mengatasinya
          Aliran sesat ini mudah sekali menyerang kaum muda, terutama yang imannya selalu goyah. Maka dari itu hal yang paling pertama adalah dengan meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan, di Indonesia ini ada 5 agama yang telah diakui kebenarannya Katolik,Islam, Hindu, Budha, dan Kristen, ke-5 agama itu baik, agama tersebut yang menjadi simbol iman kita terhadap Sang Pencipta maka agama dan iman itu yang akan membentengi kita dari hal-hal menyimpang dan sesat, maka rajin lah untuk berdoa atas keyakinanmu, pahami dan perdalam ilmu keagamaanmu itu. Selain dari iman dan diri sendiri, peran orang tua dan lingkungan terdekat adalah hal yang ampuh untuk membentengi seseorang dari penyimpangan dan kesesatan. Kita harus bisa menjaga lingkungan sekitar kita agar tidak terjerumus kedalam kesesatan dan penyimpangan, kita harus bisa saling bertoleransi dan mengingatkan satu dengan yang lain, meskipun misalnya kita berbeda keyakinan. Tapi untuk saling mengingatkan tidak pernah ada yang namanya perbedaan. Orang tua juga harus selalu mengawasi dan membimbing anaknya agar dia menyadari mana hal baik dan buruk agar tidak tersesat dijalur yang salah.

 Direct by :    AGENG SYOFIYANDA
                    10114433
                    1 KA 25

                    UNIVERSITAS GUNADARMA SISTEM INFORMASI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar