Faktor Psikologis :
penyakit syaraf, aliran sesat.
Masalah
sosial bisa timbul oleh karena faktor psikologis, seperti kebingungan,
disorganisasi, penyakit syaraf dan sebagainya. Dikatakan demikian oleh karena
faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan manusia atau warga masyarakat tidak
mampu untuk berpikir dan bertindak secara wajar.
Stres
juga dapat memicu penyakit syaraf, secara alami memberitahu tubuh untuk
memproduksi hormon kortisol. Masalahnya, hormon ini dapat memecah kekebalan tubuh,
pencernaan, saraf, dan otot, kata Molitor. Yang lebih parah, katanya,
gejala-gejala fisik yang Anda berakhir dengan kecemasan emosional hingga
penyakit yang berujung kematian. Maka itu, penting untuk mengurangi stres
dengan tidur yang cukup, makan makanan sehat, olahraga, berteman dan melakukan
aktivitas atau hobi yang menyenangkan. Selain itu, kenali tanda-tanda stres
sebelum semuanya menjadi berubah menjadi penyakit. Lebih jauh, berikut
penjelasan para ahli kesehatan dalam mengenali gejala stres.
Aliran
sesat
adalah aliran yang menyimpang dari norma keagamaan itu sendiri, meskipun mereka
menganggap semua hal yang mereka yakini itu adalah suatu kebenaran, tapi pada
kenyataannya mereka tetaplah salah. Mereka tidak mengakui Tuhan sebagai
pencipta dari segala yang ada di jagad semesta ini, melainkan mereka
mentuhankan hal-hal yang tidak masuk diakal seperti patung, pohon, benda-benda
antik dan sebagainya. Tapi diantara beberapa aliran sesat tersebut ada yang
mengakui Tuhan itu ada, tapi pelaksanaannya tidak sesuai dengan tata cara agama
yang telah ada sebelumnya, sehingga meskipun mengakui adanya Sang Maha
Pencipta, namun tetap saja pelaksanaannya salah dan dapat dikategorikan
menyimpang. Hal itulah yang memicu banyaknya penyimpangan sosial lain, baik
berupa tindak anarkis ataupun asusila. Hal ini dikarenakan dalam beberapa
ajarannya, aliran sesat ini biasanya membebaskan para pengikutnya untuk berbuat
sesuatu yang melebihi norma dan kewajaran, seperti pemerkosaan, perampokan,
pembunuhan, penganiayaan, dan lain sebagainya.
Hal
Yang Mendasari Terjadinya Aliran Sesat
Dengan
makin berkembangnya teknologi komunikasi selain berdampak positif hal ini
serta-merta membawa dampak negatif juga, yaitu mudah masuknya hal-hal yang
menyimpang dari negara lain yang kemudian masuk kenegara kita dengan leluasa.
Meskipun pemerintah negara kita telah berupaya memfilter hal negatif ini, namun
hal negatif ini terlalu besar jumlahnya dan filter pemerintah tersebut hanya
bisa menyaring sebagian, TIDAK SELURUHNYA. Hal inilah yang kemudian menjadi
penyebab utama maraknya hal-hal negatif dinegara kita ini, terutama aliran
sesat sendiri. Selain melalui teknologi yang canggih, kecenderungan aliran
sesat ini juga timbul akibat dampak langsung dari era globalilsasi yang semakin
bergejolak dinegara berkembang ini. Berbagai macam budaya masuk, dan budaya
yang masuk melalui berbagai cara itu pun tanpa difiltrasi ulang oleh setiap
orang kemudian diadopsi dan dijadikan sebuah gaya hidup dan kebutuhan. Terlebih
anak muda, yang biasanya jika ada hal baru selalu tidak pernah mau ketinggalan.
Itu mengapa aliran sesat ini mayoritasnya menjangkit kaum-kaum muda bangsa ini.
Cara
Mengatasinya
Aliran
sesat ini mudah sekali menyerang kaum muda, terutama yang imannya selalu goyah.
Maka dari itu hal yang paling pertama adalah dengan meningkatkan iman dan
ketakwaan kepada Tuhan, di Indonesia ini ada 5 agama yang telah diakui
kebenarannya Katolik,Islam, Hindu, Budha, dan Kristen, ke-5 agama itu baik,
agama tersebut yang menjadi simbol iman kita terhadap Sang Pencipta maka agama
dan iman itu yang akan membentengi kita dari hal-hal menyimpang dan sesat, maka
rajin lah untuk berdoa atas keyakinanmu, pahami dan perdalam ilmu keagamaanmu
itu. Selain dari iman dan diri sendiri, peran orang tua dan lingkungan terdekat
adalah hal yang ampuh untuk membentengi seseorang dari penyimpangan dan
kesesatan. Kita harus bisa menjaga lingkungan sekitar kita agar tidak
terjerumus kedalam kesesatan dan penyimpangan, kita harus bisa saling
bertoleransi dan mengingatkan satu dengan yang lain, meskipun misalnya kita
berbeda keyakinan. Tapi untuk saling mengingatkan tidak pernah ada yang namanya
perbedaan. Orang tua juga harus selalu mengawasi dan membimbing anaknya agar
dia menyadari mana hal baik dan buruk agar tidak tersesat dijalur yang salah.
Direct
by : AGENG SYOFIYANDA
10114433
1
KA 25
UNIVERSITAS
GUNADARMA SISTEM INFORMASI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar